Ad Code

Responsive Advertisement

Memaafkan adalah bukti Iman (Mindset Aqidah part. 4)

Sebuah kisah asli, seorang ibu bertahan bertahun-tahun di-KDRT-in oleh suaminya, dipukul, ditendang, dimarahi, diteriaki, dlsb dan tentulah ia sangat menderita, tapi ia tak berani berbuat apapun, dan ia tidak mau bercerai karena dia benci dengan cerai, sebab dahulu kedua ortunya bercerai, dan ia sangat kecewa dengan peristiwa itu.

Ternyata, ketika ia tidak bisa memaafkan perceraian orang tuanya, maka ia akan diuji dengan hal yang mirip atau bahkan serupa.

Ketahuilah, memang memaafkan tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi, tapi memaafkan akan membantu memperbaiki kehidupan Anda di hari ini dan hari esok.

Lagi pula, Jika Tuhan kita adalah Allah yang 'Afuwwun Ghofuur (Maha Memaafkan-Maha Mengampuni) maka maafkanlah siapapun yang telah menyakiti kita.

Artinya, jika kita masih memelihara rasa jengkel kepada manusia yang notabene diciptakan-Nya, maka bertanyalah kepada diri sendiri : "Kok sulit sekali saya memaafkannya, memaafkan kejadian itu, oh Apa benar saya ini adalah hamba yang bertuhan kepada Allah Yang Maha Memaafkan-Maha Mengampuni?".

Na'udzubillahimindzaalik, katakanlah : "oke, sebagai bukti iman saya kepada Allah, maka saya akan memaafkannya. Ya Allah, maafkanlah saya, maafkanlah dia. Aamiin."

Salam Tauhid

Posting Komentar

0 Komentar