Program Keluarga Harapan (PKH) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan dan partisipatif. Salah satu langkah konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut adalah pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di wilayah baru. Kecamatan Mattiro Sompe menjadi salah satu titik fokus dalam perluasan wilayah PKH, dengan harapan agar semakin banyak keluarga yang dapat diberdayakan.
Pertemuan perdana di wilayah baru ini dihadiri oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang baru saja tergabung dalam program. Dalam suasana yang penuh semangat dan antusiasme, para peserta mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk membangun kesadaran, memperkuat peran keluarga, dan menanamkan nilai-nilai kemandirian. Pendamping PKH turut memberikan materi dasar seputar kesehatan, pendidikan, pengelolaan keuangan, dan perlindungan anak.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah berbagi informasi, namun juga sebagai ruang dialog terbuka antara pendamping dan KPM. Banyak peserta yang menyampaikan pengalaman dan harapan mereka selama bergabung dalam PKH. Hal ini memperlihatkan adanya ikatan emosional dan rasa memiliki terhadap program, yang menjadi kunci keberhasilan dalam jangka panjang.
Pendamping sosial wilayah Mattiro Sompe juga menekankan pentingnya graduasi mandiri, yaitu kondisi di mana keluarga dapat keluar dari kepesertaan PKH karena telah mencapai tingkat kesejahteraan yang layak. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah desa, pendamping, dan masyarakat menjadi sangat penting. Dukungan dari berbagai pihak dibutuhkan agar proses pendampingan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Di sisi lain, kehadiran wilayah baru dalam pelaksanaan PKH menunjukkan adanya pemerataan pembangunan sosial yang inklusif. Wilayah-wilayah yang sebelumnya belum tersentuh, kini mulai merasakan manfaat dari program ini. Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan mendorong kemandirian setiap keluarga.
Selain materi yang disampaikan secara teoritis, kegiatan juga diisi dengan praktik sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh KPM di rumah. Mulai dari cara menyusun anggaran rumah tangga, pentingnya menyekolahkan anak secara rutin, hingga pemanfaatan lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan. Semua disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan sesuai konteks lokal.
Pertemuan perdana ini menjadi tonggak awal bagi KPM di wilayah baru untuk melangkah bersama menuju perubahan yang lebih baik. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, program PKH di Kecamatan Mattiro Sompe diyakini akan terus berkembang dan menghasilkan keluarga-keluarga tangguh yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Keterlibatan aktif KPM dalam pertemuan ini menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar penerima bantuan, tetapi juga subjek pembangunan yang memiliki potensi untuk berkembang. Dengan memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, bertanya, dan berpendapat, proses pemberdayaan menjadi lebih bermakna. Pendekatan ini sejalan dengan semangat PKH yang mengedepankan penguatan peran keluarga sebagai pilar utama dalam membangun masyarakat sejahtera.
Dalam pelaksanaan kegiatan, para pendamping juga memperkenalkan konsep life skill atau keterampilan hidup kepada KPM. Konsep ini mencakup kemampuan dalam menyelesaikan masalah, membuat keputusan yang bijak, serta menjalin komunikasi yang efektif dalam keluarga. Hal ini dianggap penting karena kesejahteraan tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga dari kualitas hubungan dalam keluarga itu sendiri.
Dukungan dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat juga memberikan dampak positif terhadap kelancaran kegiatan. Kehadiran mereka dalam pertemuan menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program perlindungan sosial. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan perilaku dan meningkatkan daya tahan sosial keluarga penerima manfaat.
Melalui kegiatan ini, para peserta juga diajak untuk lebih memahami hak dan kewajiban mereka sebagai penerima bantuan sosial. KPM diingatkan bahwa bantuan yang diterima merupakan bentuk intervensi sementara dari negara, dan bukan sesuatu yang harus bergantung selamanya. Dengan begitu, motivasi untuk memperbaiki taraf hidup pun semakin tumbuh, seiring dengan kesadaran akan pentingnya kemandirian.
Ke depan, pendamping PKH Kecamatan Mattiro Sompe berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan, baik melalui pertemuan rutin maupun kunjungan rumah. Dengan pendekatan yang humanis dan dialogis, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara pendamping dan KPM. Sinergi ini akan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan keluarga-keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berdaya di wilayah baru ini.
Sebagai langkah awal dari perjalanan panjang pemberdayaan di wilayah baru, pertemuan perdana ini menjadi simbol harapan dan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat. Dengan sinergi antara pemerintah, pendamping sosial, dan masyarakat, PKH di Kecamatan Mattiro Sompe tidak hanya hadir sebagai program bantuan, tetapi juga sebagai gerakan bersama menuju keluarga yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar yang berkelanjutan.
0 Komentar